Wednesday, 13 January 2010

INTELEGENSI

INTELEGENSI

A. Pengertian Intelegensi
Manusia diciptakan dan dengan dilengkapi dengan kecerdasan yang memiliki kemampuan luar biasa, yang tidak dimiliki oleh makhluk lain dan kecerdasan sebagai suatu kemampuan ini pulalah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya dimuka bumi ini, dengan kecerdasan ini pula manusia dapat menjalani kehidupan yang dinamis dan beradab.
Dalam ilmu psikologi kecerdasan yang dimiliki oleh seorang manusia disebut dengan intelegensi. Inteligensi adalah salah satu kemampuan mental, pikiran, atau intelektual manusia. Inteligensi merupakan merupakan bagian dari proses – proses kognitif pada urutan yang lebih tinggi (high cognition). Perkembangan faham dalam psikologi selanjutnya menggeser pandangan yang bersifat fisikal seperti itu kearah pandangan yang lebih bersifat mentalis. Hal itu tampak dalam beberapa definisi inteligensi sebagaimana pernah dirumuskan oleh para ahli psikologi, sebagai berikut :
a) Alfred Binet (1857)
Alfred Binet Mendefinisikan inteligensi terdiri dari tiga komponen yaitu :
a. kemampuan untuk mengarahkan pikiran atau mengarahkan tindakan
b. kemampuan untuk mengubah arah tindakan, dan
c. kemampuan untuk mengkritik diri sendiri

b) Lewis Madiaso Terman (1916)
Mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan seseorang utuk berpikir secara abstrak.

c) H.H Goddard (1946)
Mendefinisikan inteligensi sebagai tingkat kemampuan pengalaman seseorang untuk menyelesaikan masalah – masalah yang langsung dihadapi dan untuk mengantisipasi masalah – masalah yang akan datang.

d) V.A.C Henmon(1974)
Ia mengatakan bahwa inteligensi terdiri dari dua factor, yakni :
a. Kemampuan untuk memperoleh pengetahuan
b. Pengetahuan yang telah diperoleh

e) Edward Lee Thorndike (1913)
Mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan dalam memberikan respon yang
baik dari pandangan kebenaran atau fakta.


f) George D. Stoddard
Mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan manusia untuk menyesaikan masalah yang bercirikan:
a. mengandung kesukaran
b. kompleks, yaitu mampu menyerap kemampuan baru yang sudah dimiliki untuk menghadapi masalah
c. abstrak, yakni mengandung symbol – symbol yang memerlukan analisis dan interpretasi
d. ekonomis, yaitu proses mental yang efisien dari penggunaan waktu
e. diarahkan pada satu tujuan
f. mempunyai nilai sosial dan berasal dari sumbernya

g) David Wechsler
Inteligensi sebagai kemampuan untuk bertindak dengan tujuan tertentu, berpikir secara rasional dan menghadapi lingkungan secara efektif

h) Walters dan Gardner (1986)
Mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan yang memungkinkan individu untuk memecahkan masalah.

Dari pendapat serta teori yang dilontarkan para ahli psikologi diatas dapat kita tarik suatu kesamaan dari definisi tentang intelegensi, bahwa intelegensi merupakan suatu kemampuan yang dimiliki seorang individu dalam menghadapi segala sesuatu yang merangsang kemampuannya untuk bertindak secara terstruktur dan rasional sebagai makhluk yang mempunyai pikiran.
Adapun kecerdasan atau inteligensi manusia mempunyai implikasi sebagai suatu kemampuan adalah sebagai berikut :

1. Kemampuan mengklasifikasi pola – pola objek
Seorang yang normal adalah orang yang mampu dalam mengklasifikasikan stimulasi-stimulasi yang tidak identik ke dalam satu kelas atau rumpun.
2. Kemampuan beradaptasi (kemampuan belajar)
Kemampuan beradaptasi merupakan suatu kemampuan yang harus manusia miliki dalam kehidupannya dan kemampuan beradaptasi ini menentukan inteligensi atau kecerdasan seseorang apakah inteligensinya tinggi atau rendah.
3. Kemampuan menalar secara deduktif
Yaitu kemampuan menalar atau melogikakan sesuatu dari kesimpulan menjadi paparan yang detail.
4. Kemampuan menalar secara induktif
Yakni kemampuan penalaran atau melogikakan sesuatu yang berupa paparan atau penjelasan menjadi suatu kesimpulan yang mewakili.
5. Kemampuan mengembangkan konsep
Yaitu kemampuan seseorang memahami suatu cara kerja objek atau fungsinya dan kemampuannya untuk menginterpretasikan suatu kejadian.
6. Kemampuan memahami
Kemampuan memahami adalah kemampuan seseorang dalam melihat adanya hubungan atau relasi didalam suatu masalah dan kegunaan – kegunaan hubungannya bagi pemecahan masalah tersebut

B. Indikator Intelegensi

Seorang individu memiliki potensi intelegensi didalam dirinya, sehingga individu manusia dibedakan dengan makhluk - makhluk hidup lainnya, kelebihan yang diberikan kepada manusia seperti sudah dipaparkan sebelumnya yaitu bahwa manusia memiliki suatu kemampuan dalam berperilaku tidak hanya menggunakan insting namun memiliki suatu kecerdasan yang disebut intelegensi dengan intelegensi tersebut manusia juga dapat menerima dan memproses suatu informasi yang diterimanya. Informasi yang ditangkap oleh individu sebagai sebuah stimulus untuk menggunakan kemampuannya berintelegensi sehingga informasi yang diterima oleh individu tersebut akan diolah atau diproses sehingga menghasilkan suatu respon tindakan dalam berperilaku sesuai dengan informasi yang diterimanya. Proses serta tahapan tersebutlah yang dinamakan dengan perilaku intelegensi. Oleh karena itu manusia dapat memecahkan suatu permasalahan serta memproses segala informasi yang diterimanya dengan menggunakan intelegensinya yang disebut perilaku intelegensi.
Indikator – indikator penting dari suatu perilaku inteligensi berdasarkan hasil penelitian mengenai kemampuan memproses informasi adalah berkaitan dengan ingatan jangka pendek, pengetahuan umum, penalaran dan pemecahan masalah, dan perilaku adaptasi.
a. Ingatan jangka pendek
Orang – orang yang memiliki inteligensi yang tinggi cenderung lebih cepat dan akurat didalam memproses informasi jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki inteligensi rendah. Hal ini berlaku pada proses menggali kembali atau membaca pengetahuan dari ingatan.
b. Pengetahuan umum
Pengetahuan umum merupakan bagian penting dari inteligensi manusia yaitu kemampuan menyimpan informasi didalam ingatan dalam bentuk skema yang terorganisasikan dengan baik dan mengakses kembali informasi itu secara efisien merupakan karakteristik penting dari inteligensi atau kecerdasan.

c. Penalaran dan pemecahan masalah
Kemampuan penalaran dan pemecahan masalah merupakan komponen penting dari inteligensi manusia. Penalaran dicirikan dengan adanya usaha mengkombinasikan elemen – elemen informasi yang diketahui untuk menghasilkan informasi baru
d. Adaptasi
Kemapuan beradaptasi merupakan suatu perilaku yang sangat kompleks, karena didalamnya melibatkan sejumlah fungsi intelektual misalnya penalaran, ingatan kerja, dan belajar keterampilan. Makin tinggi kecerdasan atau inteligensi manusia maka seseorang tersebut akan lebih cepat dan efektif didalam menentukan strategi berdaptasi dengan perubahan tugas dan lingkungan yang baru begitu pula sebaliknya.


C. Implikasi terhadap Pendidikan
Pemaparan tentang teori intelegensi sebagaimana yang telah diterangkan diatas bahwa intelegensi atau kecerdasan ialah suatu kemampuan yang dimiliki oleh setiap individu untuk memecahkan suatu permasalahan yang dihadapi secara rasional sehingga dapat mengatasinya dengan cara yang manusiawi atau cara yang rasional pula. Berbagai definisi yang beragam terhadap penafsiran intelegensi menunjukkan bahwa konsep secara kongkrit mengenai definisi intelegensi itu sendiri belum secara akurat dan sempurna, namun keragaman pengertian tersebut tetap merujuk pada satu pengertian bahwa pada intinya intelegensi itu merupakan suatu kemampuan yang dipunyai setiap individu. Berarti kita dapat simpulkan bahwa intelegensi yang pasti dimiliki oleh manusia yang membedakan dengan makhluk lain tersebut ialah suatu kemampuan dari gift atau pemberian dan pembawaan.
Intelegensi pasti dimiliki oleh setiap manusia, terlepas apakah tingkat intelegensinya tinggi atau rendah, namun yang jelas bahwa setiap manusi memiliki suatu potensi untuk berkognisi dengan karena mempunyai satu factor inti yang dinamakan intelegensi. Potensi yang merupakan pemberian dan pembawaan ini merupakan pondasi awal seseorang dikatakan sebagai manusia, karena jika suatu makhluk yang tidak mempunyai intelegensi tidak bisa dikatakan manusia, tetap saja dikatakan sebagai hewan yang didorong oleh insting kehewanannya. Hal ini bukan berarti manusia tidak memiliki insting hewani, namun yang membedakan ialah manusia memiliki suatu kemampuan untuk merasionalkan informasi yang diterima sehingga bertindak secara rasional pula yaitu intelegensi.
Namun, yang menjadi pertanyaan besar, apakah intelegensi yang dimiliki oleh setiap manusia itu dapat bekerja dengan sendirinya? Apakah tindakan – tindakan rasional yang manusia lakukan sebagai pembeda antara manusia dengan hewan dapat begitu saja bekerja tanpa ada factor dari luar atau lingkungannya? Disinilah fungsi suatu pendidikan diperlukan untuk membuat kemampuan intelegensi dapat bekerja dengan baik sehingga bertindak layaknya seorang manusia.

Pendidikan merupakan suatu alat atau sarana untuk mengoptimalisasi kemampuan intelegensi seseorang agar dapat bertindak, berkognisi serta hidup dengan baik dan seimbang selaras dengan kehidupan manusia yang berbeda dengan hewan. Individu dibekali dengan kecerdasan serta insting, keduanya harus seimbang dan teroptimalisasi. Salah satu sarana untuk mengoptimalisasi serta menyeimbangkan potensi yang dimiliki manusia tersebut adalah peran pendidikan baik itu yang bersifat formal maupun non formal karena daya tangkap manusia menggunakan aspek intelegensinya tidak terbatas oleh formal maupun tidak formal, karena manusia dibekali kecerdasan untuk menangkap serta memproses segala informasi yang diterima individu di lingkungan manapun tidak terbatas pada satu institusi atau lingkungan belajar. Peran serta tujuan pendidikan tersebut ialah untuk memanusiakan manusia, karena intelegensi yang dimiliki manusia perlu untuk dilatih dan dioptimalisasi dengan baik. Kita berikan satu contoh ketika individu yang lahir lalu dia di asuh di lingkungan binatang, maka meskipun dia memiliki intelegensi, dia tidak akan berperilaku seperti halnya manusia, namun berperilaku seperti binatang, karena dia tidak terlatih untuk menggunakan kemampuan intelegensinya, akan tetapi bertindak menurut instingnya sesuai lingkungan yang dihadapinya. Berbeda dengan kucing, meskipun dari sejak ia lahir dibesarkan, dilatih serta diperlakukan layaknya manusia, dia tidak akan berperilaku layaknya seorang manusia namun tetap saja menjadi seekor kucing yang bertindak layaknya kucing meskipun dihadapkan pada lingkungan manusia. Dari contoh tersebut dapat kita ambil suatu kesimpulan bahwa intelegensi perlu untuk dilatih serta dihadapkan di lingkungan yang tepat sesuai dengan kelayakannya menjadi seorang manusia.
Maka dari itu, pendidikan pada hal untuk membentuk seorang manusia secara psikologis sangat berperan untuk menjadikan manusia seperti layaknya manusia yang terlatih untuk berfikir, berkemampuan, serta berperilaku dengan optimal dan manusiawi. Jika kita telaah dengan konsep intelegensi, maka pendidikan juga harus menyesuaikan dengan konsep intelegensi agar intelegensi individu berkembang secara optimal. Dalam konsep kecerdasan majemuk (Multiple Intelligence) karya Howard Gardner, bahwa kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang meliputi tujuh kecerdasan yaitu :
1. Intelegensi Verbal-Linguistik, Merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan bahasa dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan membaca dan menulis.
2. Intelegensi Logical-Matematik, Merupakan kecerdasan dalam hal berfikir ilmiah, berhubungan dengan angka-angka dan simbol, serta kemampuan menghubungkan potongan informasi yang terpisah.
3. Intelegensi Visual Spasial, Merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan seni visual seperti melukis, menggambar dan memahat. Selain itu juga kemampuan navigasi, peta, arsitek dan kemampuan membayangkan objek-objek dari sudut pandang yang berbeda.
4. Intelegensi Kinestetik Tubuh, Merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan perasaan atau disebut juga dengan bahasa tubuh (body language). Kecerdasan ini berhubungan dengan berbagai keterampilan seperti menari, olah raga serta keterampilan mengendarai kendaraan.
5. Intelegensi Ritme Musikal, Merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan mengenali pola irama, nada dan peta terhadap bunyi-bunyian.
6. Intelegensi Intra-Personal, Kecerdasan yang berfokus pada pengetahuan diri, berhubungan dengan refleksi, kesadaran dan kontrol emosi, intuisi dan kesadaran rohani. Orang yang mempunyai kecerdasan intra-personal tinggi biaasanya adalah para pemikir (filsuf), psikiater, penganut ilmu kebatinan dan penasehat rohani.
7. Intelegensi Interpersonal Kecerdasan yang berhubungan dengan keterampilan dan kemampuan individu untuk bekerjasama, kemampuan berkomunikasi baik secara verbal maupun non-verbal. Seseorang dengan tingkat kecerdasan Intrapersonal yang tinggi biasanya mampu membaca suasana hati, perangai, motivasi dan tujuan yang ada pada orang lain. Pribadi dengan Potensi Intelegensi Interpersonal yang tinggi biasanya mempunyai rasa empati yang tinggi.
Didalam system pendidikan, teori tentang kecerdasan ini tidak bisa disepelekan, lebih – lebih harus memperhatikan serta menelaah lebih jauh tentang konsep teori gardner diatas, karena teori ini menerangkan tentang wilayah – wilayah kecerdasan yang dimiliki oleh setiap individu. Sebagaimana tujuan dari pendidikan itu sendiri yang ingin mengoptimalkan kecerdasan individu agar dapat menjadi manusia yang berkualitas, maka hal ini patut untuk dipertimbangkan sebagai acuan penting kerangka tahapan dalam system pendidikan. Asumsi tentang kecerdasan yang majemuk tersebut diperlukan untuk penerapan optimalisasi potensi yang dimiliki individu, karena dalam teori ini menekankan bahwa individu memiliki intelegensi yang komleks serta majemuk, maka dari itu dalam system pendidikan juga yang menjadi focus jangan hanya meliputi kecerdasan yang bersifat logika matematis atau kecerdasan yang sifatnya kongkrit dan konvergen, namun patut menjadi pertimbangan bahwa optimalisasi kecerdasan yang lain yang lebih bersifat abstrak serta divergenpun perlu untuk di optimalisasi sejak dini pada proses pendidikan.
Kemajemukan intelegensi yang dimiliki manusia tersebut haruslah bekerja secara seimbang untuk menciptakan manusia yang berkualitas, maka mindset yang perlu diubah mengenai fokus pendidikan yang ada pada saat ini sangatlah perlu demi mencapai suatu tingkat optimalitas yang seimbang pada individu sehingga mencapai kualitas yang terbaik dari hasil proses pendidikan.

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah menyumbangkan buah pikiran untuk kemajuan kualitas diri saya

Bagikeun..